Showing posts with label indonesian. Show all posts
Showing posts with label indonesian. Show all posts

Saturday, October 24, 2015

keraguan

ingin kubisikkan keraguan di telingamu
namun lidahku kelu membisu

 ingin kubisikkan keraguan di telingamu
namun kupikir itu hanya cemburu

ingin kubisikkan keraguan di telingamu
 namun kurasa inilah jalanmu

 ingin kubisikkan keraguan di telingamu
 namun kucoba yakinkan diriku

 ingin kubisikkan di telingamu
maafkan aku

Saturday, January 07, 2012

lepaskanlah

ingin kukatakan padamu
lepaskanlah
biarkan hidup memberimu pelajaran itu
biarkan ia menunjukkan jalanmu

ingin kukatakan padamu
lepaskanlah
biarkan angin membawa sakit itu
biarkan ia menunjukkan jalanmu

ingin kukatakan padaku
lepaskanlah
tak perlu kupikirkan dirimu
yang berkutat dengan segala kegelapanmu

ingin kukatakan padaku
lepaskanlah
karena hidup dalam terang adalah pilihanku
yang tak bisa kupaksakan padamu

lepaskanlah

Frankfurt, 6 Januari 2012.

Sunday, February 27, 2011

rasa hangat di dada

namamu
menyelinap halus dari sepasang bibirku
seperti kenangan tentangmu
yang hadir begitu saja

senyummu
takkan pernah lekang dimakan waktu
walau bertahun sudah tak pernah kulihat itu
hadir di depan mataku

bagiku
begitu banyak kenangan tersisa
pertanyaan
perandaian
sejumput penyesalan
yang tak jua melapuk memudar
tentangmu

tapi untukmu
masih selalu ada rasa hangat itu
ketika aku sekedar mengingatmu
atau dengan takzim menyebut namamu

teman kecilku

Salatiga, 26 Februari 2011.

Monday, January 25, 2010

karangan bunga

di dalam hatiku,
akan selalu ada kamu.

serpihan kelopak bunga,
terkapar lelah di pelataran jiwa,
nan tak kunjung menggulung kuning.

semoga keindahan menjadi pengingat,
bahwa kasih tak akan mudah mati.

di luar sana, kawan,
akan selalu ada orang yang menyayangimu,
meskipun bila kau tak menyadarinya.

Thursday, November 05, 2009

inginnya sih....

inginnya sih...

menjadi:

plester untuk lukamu
kompres untuk kepalamu
kipas untuk hari-hari panasmu
syal untuk hari-hari musim gugurmu
jaket untuk hari-hari musim dinginmu
topi yang menutupi garis rambutmu yang selalu kaubilang tambah menipis itu
deodoran yang membuatmu selalu berbau lezat setiap saat
laptop yang menemani hari-hari belajarmu
speaker yang memainkan lagu-lagu aneh kesukaanmu
dan buku-buku sejarah itu....

bahu tempatmu bersandar
seperti kala kau membasahinya dengan air matamu
handuk yang mengeringkan keringatmu
seperti setelah kau sibuk mengejar-ejar barang kecil yang bernama 'puck' itu
telinga tempatmu berkeluh
seperti malam-malam yang kauhabiskan bercerita tentang lukamu
suara yang membuatmu tersenyum
kala kaudengar kata-kata yang mencoba membuatmu percaya
bahwa kau
istimewa

aku ingin

menjadi

sahabat sejatimu

tapi tentu saja,
bahasa ini,
bukan bahasamu,
dan kamu,
tidak akan pernah memahami,
bahwa semua ini,
lebih dari sekedar,
kata-kata.

yang tak terkatakan

aku menyayangimu
seperti pemain akrobat meniti tali tanpa jaring pengaman
penuh bahaya

aku menyayangimu
seperti masokis yang menyayat diri
pedih yang dinantikan

aku menyayangimu
seperti penari reog memakan beling
mistis yang mengebaskan

aku menyayangimu
seperti cenayang memanggil hantu
horor yang diharapkan

aku menyayangimu
seperti kisah cinta perokok dan paru-parunya
kematian perlahan

aku menyayangimu

meskipun selalu ingin kulupakan

namun aku
masih
menyayangimu

Thursday, October 08, 2009

masih merindukanmu

sesayup lagu menjangkau telingaku
kala raga tak lagi bersama
dan senyum tak lagi bisa menyapa

aku masih merindukanmu

bila kututup mataku
selubungi jiwa dengan nada
serasa kau masih ada di sana

aku masih merindukanmu

ingin kusumbat telinga ini
tapi hati serasa pemutar piringan hitam
yang berputar
berputar
berputar
berputar

sampai tak terdengar lagi
nada sumbang
goresan waktu dan jarak

aku masih merindukanmu

seandainya kau tahu....

Friday, August 28, 2009

untukmu

memelukmu
meskipun hanya sesaat
cukup bagiku

saat memejam mata
tetap kulihat kau
dalam gelapnya kepalaku

kukepalkan tangan ini
masih kuraba kau
dalam kosongnya genggamanku

kuhela nafas dalam
selalu kucium aroma khas dirimu
dalam lengangnya lorong waktu

memelukmu
meskipun dalam ingatanku
cukup bagiku

28/08/09

Monday, May 18, 2009

embun

rapuh,
seperti embun yang mengembang di pagi hari.

lembut,
seperti kabut yang melayang di pekat pagi.

segar,
seperti embun yang menggelinjang di dedaunan sunyi.

misteri,
seperti kabut yang menutup segalanya.

dan cintamu,
kan kujaga...selama kubisa.

kerapuhannya,
kelembutannya,
kesegaran yang dibawanya,
misteri keberadaannya,
....... bagaikan embun bagi pagi-pagi jiwaku.....

untukmu,
selamanya,
takkan pernah kulupa.

Sunday, April 19, 2009

senandungku untukmu

sesaat terdiam,
terpaku,
terlena.

menatap hari demi hari yang akan terlewatkan,
tanpamu,
dan hatiku terperanjat.

selirih senja merambat perlahan,
rindu gelap menapaki jalan setapak mimpi,
ah...rasanya tak ingin berpisah.

selintas mata berpadu,
dan ingin kukatakan,
betapa aku ingin menyapamu.

dengan setiap tatapan mata,
dengan setiap kata permana,
dengan setiap langkah tertata.

ingin kuterawang mimpi ini,
dan kupersembahkan kepadamu,
dalam karangan bunga musim semi.

dan ketika matahari menyinari,
kuinginkan hangatnya menyapamu,
dan berkata,
apa kabar, cantik?

dalam mimpiku kusenandungkan sebuah lagu,
berselimutkan doa dan harapan,
akan kebahagiaan yang akan menjemputmu.

karena kau.... indah adanya.

senandungku untukmu,
senandung sunyi dalam kalbu,
yang takkan pernah kauterawang apa maknanya.

and for you,
a silent song i sing,
may it be a lullaby,
that sends you the best dreams,
sends you off into spring.

Ann Arbor, April 19, 2009

Wednesday, January 30, 2008

Shower of love...

Pernahkah bertanya,
Seandainya semua berbeda...

Seandainya aku tahu,
Apa yang kuketahui hari ini,
Apakah semuanya akan berakhir lain?

Apakah langkah dan hidup akan membawaku ke tempat yang berbeda?
Ataukah pada akhirnya akan tetap sama?
Karena kita memang tidak ditakdirkan bersama...

Sahabat,
Kalau boleh ku memanggilmu seperti itu...
Aku bersyukur bahwa kita telah mengambil jalan tak sama...
Dan lebih bersyukur lagi karena telah dipertemukan kembali denganmu...

Karena kenangan dan keindahan itu
Tak pernah lekang oleh waktu
Selalu segar dalam ingatan dan hatiku

Setiap saat mengingatmu,
Selalu ada rasa hangat dan senyum di bibirku.
Yang mungkin....
Tidak akan ada di situ...
Kalau saja kita sempat mengambil jalan itu.

Makasih ya Bos,
For giving me such a surprise,
And such great feeling.

And I hope our friendship will last,
As we weave our different destinies and path.

To you, my "twin", the shower of love I pray,
eternally.

--
kleinetheresia.blogsome.com
eptheresia.blogspot.com
eptheresia.multiply.com

Friday, April 13, 2007

buka mata

buka mata,
dan tetap kau tak ada di sana...

buka mata,
dan tangan yang terulur hanya impian semata.

sesaat mengenangmu,
di atas segala perjalanan yang telah terurai...
dan berharap,
semoga semua yang terlalui
bukanlah mimpi buruk untukmu

buka mata,
dan berharap masih ada sisa-sisa rasa manis dalam kecutnya kenyataan.

buka mata,
dan berharap sejarah tak hilang.

tapi rupanya,
mungkin waktuku,
untuk buka mata.

bahwa bagimu....Mas,
aku benar-benar tinggal sejarah.

dan saatnya aku bangun dari mimpi...
dan buka mata.

kau,
takkan pernah jadi temanku lagi.

ah, buka mataku...
buka mata...
buka mata...

Friday, March 23, 2007

senandung siang...

mengeluh? tentu saja tidak...
capek...ah ya,tentu saja...

mata pedas memandangi monitor yang tak berkedip mencoba membanjiri otakku dengan informasi
dan pekerjaan....dan pekerjaan.....

dan nyeri nyaris tak tertahan...
tapi, tak apa...
tentu saja.

sambil berharap,
pekerjaan ini benar-benar berguna...

Banda Aceh, 22-23 Maret 2007